Wednesday, December 28, 2016

Gaya Hidup yang Memicu Tingginya Kolesterol

Penyakit yang paling umum dialami masyarakat adalah kolesterol, kolesterol bisa disebabkan karena faktor keturunan, dan juga bisa dari gaya hidup. Berikut adalah gaya hidup yang memicu tingginya kolesterol yang iromis.com kutip dari kompas.

Kolesterol tinggi menjadi masalah penyakit yang dialami banyak orang. Meski hasil laboratorium menyatakan kadar Kolesterol tinggi, namun banyak orang yang mengabaikan faktor risiko penyakit jantung ini karena tidak adanya gejala.

Faktor genetik atau keturunan memang bisa jadi penyebab tingginya kadar Kolesterol. Namun, faktor gaya hiduplah yang sebenarnya paling berdampak pada tingginya Kolesterol bagi kebanyakan orang.

Berikut 4 gaya hidup tidak sehat yang membuat Anda sangat berisiko memiliki Kolesterol tinggi.

1. Pola makan
Tingginya Kolesterol sangat dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat. Misalnya, Anda sering konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging sapi, mentega, dan susu tinggi lemak.

Kemudian juga lemak trans yang banyak terkandung dalam gorengan hingga makanan kemasan. Makanan yang mengandung lemak jahat itu dapat meningkatkan Kolesterol jahat.

2. Kegemukan
Kegemukan merupakan gambaran dari gaya hidup yang tidak sehat. Orang-orang yang memiliki indeks massa tubuh di atas 30, memiliki tingkat Kolesterol jahat (LDL) yang lebih tinggi dibanding kadar Kolesterol baik (HDL).

Masalah kegemukan harus diatasi karena tingginya Kolesterol meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Atasi dengan mengatur pola makan sehat dan rutin berolahraga.

3. Tidak olahraga
Tidak pernah olahraga artinya Anda kurang bergerak sehingga semakin banyak lemak menumpuk. Gaya hidup ini bisa meningkatkan Kolesterol jahat dan menurunkan kadar Kolesterol baik (HDL). Dengan membiasakan rutin berolahraga, masalah kelebihan berat badan pun bisa teratasi.

4. Merokok
Tak ada alasan untuk tidak berhenti merokok. Merokok menurunkan kadar Kolesterol baik (HDL) dan merusak dinding pembuluh darah. Berhenti merokok juga akan mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung hingga kanker.


EmoticonEmoticon